Analisis Wacana Kritis Model A. Van Djik Dalam Unggahan Instagram @Bintangemon Pada 5 Februari 2024
Abstrak
Abstract
Entering the 21st century, the internet has developed greatly. Now people use social media a lot such as faacebook, instagram, Tweeter, Tread, etc. This study uses critical discourse analysis to examine Bintang Emon's Instagram post, which criticizes the Indonesian government's handling of social and political issues. The post that has gone viral was analyzed using the Van Dijk model, which consists of macro, super, and micro structures. An analysis of the macro structure revealed that the post was centered on the theme of rewarding intellectual contributions and criticizing government inconsistencies and injustices. The analysis of the superstructure shows that the posts are systematically designed to engage the audience, present a critical argument, and end with a strong message. Microstructure analysis highlights the use of informal language, metaphors, and rhetorical devices to effectively convey messages to audiences. Furthermore, the study uncovers the social cognition underlying the posts, including stereotypes, attributions, and biases that reflect the context of society. This research contributes to an understanding of how social media influencers use critical discourse to challenge injustice and promote transparency in governance.
Keywords: Critical discourse analysis, Social Media, Bintangemon, A.Van Djik.
Abstrak
Memasuki abad 21 internet sudah sangat berkembang. Kini masyarakat banyak menggunakan media sosial seperti faacebook, instagram, Tweeter, Tread dll. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis untuk mengkaji postingan Instagram Bintang Emon, yang mengkritik penanganan masalah sosial dan politik oleh pemerintah Indonesia. Postingan yang telah menjadi viral tersebut dianalisis menggunakan model Van Dijk, yang terdiri dari struktur makro, super, dan mikro. Analisis struktur makro mengungkapkan bahwa postingan tersebut berpusat pada tema menghargai kontribusi intelektual dan mengkritik ketidakkonsistenan dan ketidakadilan pemerintah. Analisis suprastruktur menunjukkan bahwa postingan tersebut dirancang secara sistematis untuk melibatkan audiens, menyajikan argumen kritis, dan diakhiri dengan pesan yang kuat. Analisis struktur mikro menyoroti penggunaan bahasa informal, metafora, dan perangkat retorika untuk menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Lebih jauh, penelitian ini mengungkap kognisi sosial yang mendasari postingan tersebut, termasuk stereotip, atribusi, dan bias yang mencerminkan konteks masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana influencer media sosial menggunakan wacana kritis untuk menantang ketidakadilan dan mempromosikan transparansi dalam tata kelola
Kata kunci: Analisis wacana kritis, Media Sosial, Bintangemon, A.Van Djik.