Solusi Batik Zero Waste dalam Manajemen Operasional UMKM Batik di Era Industri 5.0
DOI:
https://doi.org/10.31941/cjbi.v2i2.649Keywords:
Batik, Industri 5.0, Manajemen, Zero Waste, OperasionalAbstract
Industri batik, khususnya pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghadapi tantangan serius terkait limbah produksi yang berdampak pada lingkungan dan efisiensi operasional. Prinsip zero waste menawarkan solusi strategis melalui pengurangan limbah sejak tahap perancangan, efisiensi penggunaan sumber daya, dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan prinsip zero waste dalam manajemen operasional batik di era Industri 5.0. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif di beberapa UMKM batik Pekalongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan zero waste dapat dilakukan melalui integrasi desain pola efisien (misalnya draping dan modular), pemanfaatan aplikasi digital untuk perancangan motif, penggunaan teknologi sederhana dan pengelolaan limbah kolektif. Namun, implementasi menyeluruh masih terhambat oleh keterbatasan modal, minimnya pelatihan desain berkelanjutan, serta belum meratanya dukungan infrastruktur. Kesimpulannya, prinsip zero waste berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat daya saing UMKM batik Pekalongan, terutama jika didukung oleh kebijakan, kolaborasi, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
References
Hidayati Y, Siswanto D, Rumhayati B, Retnaningdyah C. Characterization of Batik Waste Containing Synthetic Textile Dyes and The Artisan Awareness Regarding The Hazardous Batik Waste. Biosaintifika 2024;16:213–23. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v16i2.2325.
Mustaniroh SA, Dewi IA, Subagiyo A, Fajriani S. Improvement of Batik Liquid Waste Quality with IPAL Mini Technology: Case on Flower Tourism Sidomulyo Village in Batu, Indonesia. Indones J Cult Community Dev 2021;8:6–9.
Hartini S, Yulianto P. Peningkatan Kinerja Keberlanjutan dengan Strategi Eco-efficiency: Studi Kasus di UKM Batik SS Jogja. J Presipitasi Media Komun dan Pengemb Tek Lingkung 2020;17:295–306. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v17i3.295-306.
Kurniawan GA, Untari R. Implementation of Closed Loop on SME (Case Study of Natural Color Batik Siputri Semarang). J Manag Bus Environ 2025;6:154–67. https://doi.org/10.24167/jmbe.v6i2.12196.
Mursidah M, Cahyo AN. Aplikasi Teknik Drapping untuk Fashion Zero Waste pada Kain Batik Pekalongan. J Ilm Univ Batanghari Jambi 2025;25:1421–8. https://doi.org/10.33087/jiubj.v25i.6132.
Breque M, Nul L De, Petridis A. Industry 5.0-Towards a sustainable, human-centric and resilient European industry. Directorate-General for Research and Innovation. Luxembourg: European Commision; 2021.
Fletcher K, Grose L. Fashion and Sustainability: Design for Change. London: Laurence King Publishing; 2012.
Khasna S. Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Limbah Batik di Kota Pekalongan. Transparansi J Ilm Ilmu Adm 2021;4:28–36. https://doi.org/10.31334/transparansi.v4i1.1573.
Hethorn J, Ulasewicz C. Sustainable Fashion: What’s Next? : a Conversation about Issues, Practices and Possibilities. New York: Bloomsbury Publishing; 2015.
Niinimäki K. Sustainable Fashion: New Approaches. Espoo: Aalto University; 2013.
Rissanen T, McQuillan H. Zero Waste Fashion Design. London: Bloomsbury Publishing; 2023.
Della M, Imelda D. Zero Waste Fashion Innovation Inspired by Pacu Jalur Batik Motifs. J Bisnis dan Komun Digit 2025;2:1–7. https://doi.org/10.47134/jbkd.v2i4.4689.
Pratamansyah SR. Transformasi Digital dan Pertumbuhan UMKM: Analisis Dampak Teknologi pada Kinerja Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia. J Akuntansi, Manajemen, dan Perenc Kebijak 2024;2:1–17. https://doi.org/10.47134/jampk.v2i2.475.
Heizer J, Render B, Munson C. Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management. London: Pearson Education; 2016.









