Logo Merurdue sebagai penanda visual dan kultural: Analisis semiotika dengan sentuhan estetika tradisi

Authors

  • Muhammad Faizal Agung Nugroho Universitas Sains Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31941/cjbi.v2i2.637

Keywords:

Batik, Branding Kopi, Identitas Visual, Semiotika Roland Barthes, Tipografi

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna visual logo “Meurdue” dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Logo Meurdue memadukan logogram berbentuk atap rumah dengan logotype bertulisan “MEURDUE” menggunakan tipografi bebas. Secara denotatif, logogram merepresentasikan bentuk atap yang merujuk pada lokasi awal kedai berdiri. Secara konotatif, elemen ini memunculkan citra “rumah kedua” yang nyaman, akrab, dan memberikan perlindungan. Tipografi logotype yang ekspresif dan organik mencerminkan karakter merek yang kreatif, unik, serta dekat dengan komunitas muda. Pemilihan warna hitam memperkuat kesan tegas, autentik, dan mendalam, sekaligus mengasosiasikannya dengan karakter kopi itu sendiri. Ritme visual dari elemen garis dan bentuk dalam logo membentuk pola berulang yang secara implisit merefleksikan prinsip estetika tradisi visual Nusantara, sejenis dengan prinsip pengulangan motif pada batik yang sarat makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logo Meurdue tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga sebagai media penyampai pesan emosional dan kultural yang konsisten melalui integrasi bentuk, warna, dan gaya visual yang digunakan.

References

Dewi A, Riris R. Semiotika Roland Barthes dan penerapannya dalam kajian media. J Ilmu Komun 2020;12:145–58.

Budiman H. Pengantar semiotika: Studi tanda dan makna dalam komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers; 2022.

Barthes R. Elements of Semiology. New York: Hill and Wang; 1967.

Saussure F de. Course in general linguistics. New York: Philosophical Library; 2013.

Morioka N. Brand identity essentials: 100 principles for designing logos and building brands. Gloucester: Rockport Publishers; 2023.

Jariyah HA. Inovasi Ramah Lingkungan Dalam Produksi Batik: Studi Kasus Batik Mahkota Laweyan. Canting J Batik Indones 2025;2:1–6. https://doi.org/10.31941/canting.v2i1.226.

Mulyana D. Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.; 2008.

Susilo B. Makna visual logo Kota Surabaya dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. ANDHARUPA J Desain Komun Vis Multimed 2021;7:102–15.

David Airey. Logo design love: A guide to creating iconic brand identities. Indianapolis: New Riders; 2015.

Piliang YA. Semiotika dan hipersemiotika: Kode, gaya, dan matinya makna. Bandung: Matahari; 2019.

Sobur A. Semiotika komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya; 2018.

Gugat T, Amri A. Identitas visual dalam desain logo: Studi kasus pada brand lokal. J Desain Komun Vis 2023;5:33–42.

Wheeler A. Designing brand identity: An essential guide for the whole branding team (5th ed.). New Jersey: John Wiley & Sons; 2018.

Hekkert P, Cila N. Handle with care: Why and how design carries meaning. Des Issues 2015;31:91–102.

Seba E, Prihandini W. Makna denotasi dan konotasi dalam media visual. J Bhs dan Seni 2021;49:10–20.

Downloads

Published

2025-08-17

How to Cite

1.
Nugroho MFA. Logo Merurdue sebagai penanda visual dan kultural: Analisis semiotika dengan sentuhan estetika tradisi. Canting J. Batik Indo. [Internet]. 2025 Aug. 17 [cited 2026 Oct. 7];2(2):16-2. Available from: https://journals.unikal.ac.id/index.php/canting/article/view/637