Perbandingan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, air PDAM pada proses nglorod batik

Authors

  • Afifah Al Insyiroh Mizwar Universitas Pekalongan
  • Maghfiroh Maghfiroh Universitas Pekalongan
  • Aditya Dimas Wahyu Sasongko Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/canting.v2i1.337

Keywords:

Batik, Efektivitas air, Proses nglorod, Salinitas, Zat Warna Naftol

Abstract

Proses nglorod merupakan tahap penting dalam pembuatan batik karena menentukan keberhasilan pelepasan malam dari kain, yang berpengaruh pada ketahanan warna dan kualitas akhir produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, dan air PDAM dalam proses nglorod. Metode yang digunakan meliputi observasi, eksperimen, studi literatur, dan wawancara. Sampel batik dicelup menggunakan zat warna naftol, lalu dilakukan proses nglorod dengan empat jenis air berbeda: air laut, air sumur, air PDAM, dan air sumur yang terkontaminasi air rob. Efektivitas diukur berdasarkan persentase pelepasan malam pada kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air PDAM mencapai efektivitas tertinggi dengan 100% pelepasan malam, diikuti oleh air sumur sebesar 80%, air sumur terkontaminasi rob sebesar 40%, dan air laut sebesar 20%. Tingkat salinitas air terbukti berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelepasan malam; semakin tinggi salinitas, semakin sulit malam terlepas. Kesimpulannya, penggunaan air dengan salinitas rendah seperti air PDAM direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil batik. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi perajin batik dalam memilih sumber air yang optimal untuk proses produksi.

References

Hamidin AS. Batik Warisan Budaya Indonesia. Yogyakarta: Medpress Digital; 2022.

Kharisma Subagyo P, Soelityowati S. Pengaruh Zat Pewarna Sintetis terhadap Pewarnaan Kain Batik. J Folio 2021;2:40–8.

Sunarto S. Teknologi Pencelupan dan Pencapan Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan; 2008.

Moerniwati EDA. Studi Batik Tulis (Kasus di Perusahaan Batik Ismoyo Dukuh Butuh Desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen). Art Educ 2020;1:30–41.

Sudarwanto A. Batik sebagai media pembelajaran pada siswa sekolah dasar di SDN Tugu Jebres. Semin Nas Seni, Teknol dan Masy 2021;4:121–8.

Satriadi A, Subardjo P, Saputra S, Haryadi H, Hariadi H. Geologi Resen Daerah Pantai Antara Sungai Pekalongan Hingga Sungai Klidang, Jawa Tengah. Bul Oseanografi Mar 2013;2:24–34.

Andriantama B, Subardjo P, Handoyo G, Kunarso K, Suryoputro AAD. Analisis Sebaran Salinitas Pasca Pembangunan Tanggul Wonokerto Sungai Bedahan Kabupaten Pekalongan. Indones J Oceanogr 2021;3:55–63. https://doi.org/10.14710/ijoce.v3i1.10072.

Sedyoko DA, Yusuf M, Widada S. Pengaruh Pasang Surut Terhadap Jangkauan Salinitas Di Sungai Sudetan Banger Kabupaten Pekalongan. J Oseanografi 2013;2:88–97.

Maghfiroh M, Mutadin M, Astuti SP. Analisis Kualitas Dan Ketahanan Luntur Warna Batik Hasil Proses Reuse Sisa Larutan Celup Zat Warna Sintetis Golongan Bejana Menuju Green Industry. J PENA 2020;34:24–31.

Khamidah KN, Maghfiroh M, Lestari R. Pengaruh perendaman larutan basa sabun cair pencuci piring terhadap pewarnaan indigosol pada kain mori primissima. Canting J Batik Indones 2024;1:26–9. https://doi.org/10.31941/canting.v1i1.172.

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

1.
Mizwar AAI, Maghfiroh M, Sasongko ADW. Perbandingan efektivitas penggunaan air laut, air sumur, air PDAM pada proses nglorod batik. Canting J. Batik Indo. [Internet]. 2025 Apr. 28 [cited 2026 Oct. 7];2(1):17-22. Available from: https://journals.unikal.ac.id/index.php/canting/article/view/337