Perbandingan tampilan visual warna biru naftol dan indigosol pada produk Batik Keraton Kabupaten Pekalongan

Authors

  • Baeti Virdaus Universitas Pekalongan
  • Maghfiroh Maghfiroh Universitas Pekalongan
  • Zahir Widadi Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/canting.v2i1.322

Keywords:

Daya Tahan Luntur Warna, Zat Warna Indigosol, Zat Warna Naftol, Tampilan Visual

Abstract

Batik Keraton Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya yang mengandalkan kualitas visual warna untuk mempertahankan nilai estetikanya. Perbedaan karakteristik zat warna sintetis seperti naftol dan indigosol dapat mempengaruhi tampilan batik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tampilan visual warna biru yang dihasilkan oleh zat warna naftol dan indigosol. Metode penelitian meliputi observasi, eksperimen, kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif, studi literatur, serta wawancara dengan pengrajin batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna naftol menghasilkan warna biru yang lebih tua dengan reflektansi antara 4,23%–6,06%, sedangkan indigosol menghasilkan warna biru yang lebih terang dengan reflektansi antara 29,31%–32,49%. Uji daya tahan luntur terhadap pencucian menunjukkan kedua zat warna memiliki ketahanan warna yang baik dengan nilai 4–5 pada grey scale. Kesimpulannya, pemilihan jenis zat warna yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas visual batik dan memenuhi preferensi konsumen terhadap variasi warna biru. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengrajin batik dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif dan kompetitif.

References

Hakim LM. Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia. Nation State J Int Stud 2018;1:61–90. https://doi.org/10.24076/nsjis.2018v1i1.90.

Hamidin AS. Batik Warisan Budaya Indonesia. Yogyakarta: Medpress Digital; 2022.

Kharisma Subagyo P, Soelityowati S. Pengaruh Zat Pewarna Sintetis terhadap Pewarnaan Kain Batik. J Folio 2021;2:40–8.

Rasiman NB, Salamung N, Elmiyanti NK, Rumbo H, Sari ANI, Purwaningsih DF. Kegiatan Mewarnai sebagai Dukungan Psikologis Anak Didik di Masa Pandemi Covid-19 bersama Anak Sekolah Dasar di Dusun Ruva Bakubakulu, Kecamatan Palolo. J Kreat Pengabdi Kpd Masy 2023;6:565–74. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i2.8390.

Pitri N. Nilai Pendidikan Karakter Dalam Motif Batik Incung. Pendek J Pendidik Berkarakter 2022;5:203–10. https://doi.org/10.31764/pendekar.v5i3.11077.

Luran NF, Tahara T, Astuti S. Perubahan Makna dan Simbol Pada Motif Kain Sutera pada kalangan Remaja Bugis di Kabupaten Wajo. J Mhs Antropol 2022;1:91–116. https://doi.org/10.31947/jma.v1i2.24059.

Maghfiroh M, Mutadin M, Astuti SP. Analisis Kualitas Dan Ketahanan Luntur Warna Batik Hasil Proses Reuse Sisa Larutan Celup Zat Warna Sintetis Golongan Bejana Menuju Green Industry. J PENA 2020;34:24–31.

Hasanah H. TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial). At-Taqaddum 2016;8:21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163.

Rumiyati VSP, Putranto APE, Amar A, Nazar Y, Oktaviani B. Pengaruh Tetal Kain Mori terhadap Penyerapan Zat Warna pada Proses Pembuatan Motif Batik dengan Teknik Pencapan. J Tekst 2023;6:68–72. https://doi.org/10.59432/jute.v6i1.51.

Hasanudin H, Lestari K. Pengaruh Suhu Dan Waktu Oksidasi Pada Proses Pencelupan Batik Kain Kapas Dengan Zat Warna Indigosol. Din Kerajinan dan Batik 1997;0:16–23.

Nabilasari RR, Widihastuti W. Pengaruh Formila Pencampuran Zat Warna Indigosol Oranye HR dengan Kuning IGK Terhadap Warna yang Dihasilkan Pada Pencelupan Kain Mori Primissima, Sutra, dan Satin. Pros Pendidik Tek Boga Busana 2021;16.

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

1.
Virdaus B, Maghfiroh M, Widadi Z. Perbandingan tampilan visual warna biru naftol dan indigosol pada produk Batik Keraton Kabupaten Pekalongan. Canting J. Batik Indo. [Internet]. 2025 Apr. 28 [cited 2026 Oct. 7];2(1):23-7. Available from: https://journals.unikal.ac.id/index.php/canting/article/view/322