Inovasi Ramah Lingkungan Dalam Produksi Batik: Studi Kasus Batik Mahkota Laweyan
DOI:
https://doi.org/10.31941/canting.v2i1.226Keywords:
batik ramah lingkungan, praktik keberlanjutan, batik mahkota laweyanAbstract
Transformasi industri batik di Indonesia menuju tindakan ramah lingkungan sangat penting untuk melestarikan budaya batik dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Batik Mahkota Laweyan, sebagai salah satu pelopor, telah mengimplementasikan berbagai inisiatif berkelanjutan sejak tahun 2005. Penggunaan pewarna alami, panel surya, dan teknik produksi yang minim limbah menjadi fokus utama perusahaan ini. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi langkah-langkah yang diambil oleh Batik Mahkota Laweyan dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Hasil menunjukkan bahwa inisiatif ramah lingkungan tidak meningkatkan kemampuan bersaing produk di pasar lokal dan internasional tetapi juga memberikan contoh inspiratif bagi industri batik lainnya. Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, Batik Mahkota Laweyan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya sambil memperhatikan ekosistem lingkungan, menjadikannya model yang dapat diadopsi oleh pelaku industri batik lainnya di Indonesia.
References
Nugraheni SL. Peran Green Transformational Leadership Terhadap Green Human Resources Management (GHRM) Sebagai Variabel Mediasi Green Product Innovation (Studi Pada UMKM Batik di Kota Semarang). Thesis (Undergraduate) 2023;56-89.
Rosyida A, Subiyati S, Haryana S. Pelatihan Proses Pewarnaan Zat Warna Alam Pada Umkm Batik Kampung Laweyan Surakarta Training of Natural Dyeing Process on Umkm Kampung Batik Laweyan Surakarta. Jurnal Abdi Masya 2022;1:186–93.
Pujilestari, T. Optimasi Pencelupan Kain Batik Katun Dengan Pewarna Alam Tingi (Ceriops tagal) Dan Indigofera Sp. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah 2017;34:53.
Widyasti AR, Lestari A, Amri K, Naufal F, Budiasih KS. Pengembangan Standarisasi Pewarna Alami Batik Dari Kulit Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dengan Teknik Spektroskopi. Jurnal Penelitian Saintek 2017;22:49-58.
Renggani D, Jhosha D. The History of Laweyan Batik Village as the Oldest Batik Industry in Surakarta. HISTORIA Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah 2024;12(2):427-36. https://doi.org/10.24127/hj.v12i2.9738.
Restianti CP. Karakteristik Batik Produksi Batik Mahkota Laweyan Surakarta. Thesis (Undergraduate) 2014:1–135.
Nisrina NF, Pratama Y. Transformasi Sentra Batik Laweyan Menjadi Kampung Wisata Edukasi. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia 2024;6:108–119. https://doi.org/10.37253/altasia.v6i1.8980.
Auliya HN. Perilaku Sosial Dan Gaya Hidup Remaja (Studi Kasus: Siswa Kelas XI IPS Di SMA Negeri 6 Tangerang Selatan). Skripsi, 2017;1:18–23.
Saputro AD, Handayani SR. Kajian Batik Wayang Beber Lakon Sultan Ageng Tirtayasa di Batik Mahkota Laweyan. Jurnal Ornamen 2023;20:99–123.
Kinanthi A, Sunarto S, Setiawan F, Setyono, P, Rachmawati S. Analisis Blue Water Footprint pada Produksi Batik Mahkota dan Tekstil Afina di Kelurahan Laweyan, Surakarta. ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research 2023;25:10-19. https://doi.org/10.20961/enviro.v25i2.84865.









